Tentang Kabupaten Bantul

Kabupaten Bantul memiliki luas wilayah sekitar 506,85 km2 dan merupakan salah satu dari lima wilayah di provinsi Daerh istimewa Yogyakarta. Batas wilayahnya adalah Kabupaten Sleman dan kota Yogyakarta di sebelah Utara, Kabupaten Kulon Progo di sebelah Barat, Kabupaten Gunung Kidul di sebelah Timur, dan Samudra Hindia di Sebelah Selatan. Ibu kota Kabupaten Bantul adalah Bantul, yang berjarak sekitar 10 km ke arah Selatan kota Yogyakarta .
Sebutan lain Bantul adalah kota Geplak. Geplak merupakan makanan tradisonal asli Bantul yang dibuat dengan bahan utam kelapa dan gula. Produksi geplak Bantul sudah tersohor dan dijual di berbagai daerah di Indonesia.
Secara administrasi, Bantul terbagi menjadi 17 kecamatan, 75 desa dan 933 dusun. Ciri lingkunganya ada tiga macam, yakni kawasan dataran rendah, kawasan perbukitan dan kawasanpantai. Dataran rendah berada di bagian tengah merupakan daerah subur, sementara daerah perbukitan dan gamping terletak dibagian darat dan Timur, dan kawasan pantai terhampar di bagian Selatan. Kombinasi keadaan alam ini membuat Bantul memiliki panorama yang indah dengan dengan suhu kisaran 20 – 34 C.
Dengan jumlah penduduk sekitar 800.000 jiwa, tingkat rata – rata kepdatan penduduknya tergolong tinggi bila dibandingkan dengan kabupaten tetangganya, Kulon Progo dan Gunung Kidul. Namun demikian, wajah pedesaan dan nuansa alam tetap merupakan dominasi.
Penduduk Bantul sebagian besar bekerja sebagai petani. Lainya bekerja sebagai pengrajin, buruh pabrik, pegawai negeri dan pedagang. Dalam bidang pertanian, Bantul dikenal sebagai penghasil beras, tebu, palawija dan bawang merah. Industri kerajinan yang dikenal dan sudah diekspor keluar negeri di anataranya batik tulis, gerabah, berbagai kerajinan kulit dan berbagai kerajinan dari kayu.
Kehidupan seni budayanya pun sangat kental. Sejumlah tokoh seni – budaya tingkat internasional seperti Bagong Kusdiharjo dan Joko Pekik berasal dari Bantul. Perilaku kehidupan masyarakat pun sangat diwarnai dengan aspek – aspek budaya. Banyak penerapan nilai budaya menjadi tontonan yang menarik. Salah satunya adalah upacara labuhan yang dilakukan dengan membuang sesaji ke laut dengan harapan Tuhan akan memberi berkah dan keselamatan.

Tentang ariusbhe

saya seorang pria, asal bantul yogyakarta. saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi saya. untuk mencapai gelar S1
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Indonesia dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s