kampanye damai menjadi tidak damai

Senin, 16 Maret 2009 | 11:08 WIB

Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
JAKARTA, KOMPAS.com — Namanya Deklarasi Kampanye Damai. Tapi, euforia kampanye dalam bentuk rapat umum ternyata sulit terbendung, malah terkesan kurang damai.

Lihat saja, pada saat penandatanganan deklarasi kampanye damai yang dilakukan oleh pimpinan parpol di atas panggung di Hall D2 kompleks Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta, siang ini (Senin, 16/3), massa berbagai partai yang hadir dalam deklarasi ini merangsek ke atas panggung sambil mengibar-ngibarkan bendera partai dan meneriakkan yel-yelnya.

Melihat suasana itu, pembawa acara berkali-kali meminta orang-orang yang naik ke atas panggung untuk turun. Namun, justru tambah banyak massa yang naik ke atas panggung, bahkan sempat mengambil alih mikrofon. “Mari kita wujudkan kampanye yang santun dan damai. Kami minta pemimpin partai untuk mengatur anggotanya di tempatnya masing-masing,” ujar si pembawa acara.

Akan tetapi, imbauannya tak diperhatikan dan pemimpin parpol seakan tak berdaya mengatur massanya. Massa makin ramai karena saling berteriak dan bernyanyi kencang. Hingga kemudian si pembawa acara meminta seseorang bernama Gatot untuk mengamankan panggung.

Sayangnya, situasi ini sepertinya tidak diperkirakan sebelumnya oleh panitia penyelenggara. Buktinya, tak ada satu pun aparat kepolisian yang berjaga di dalam ruangan tersebut. Alhasil, hanya sejumlah satgas keamanan KPU yang berseragam biru-biru yang menggusur massa dari atas panggung. Barulah setelah insiden itu berakhir, sejumlah personel polisi terlihat di dalam ruangan.

Setelah beberapa satgas mengamankan panggung, situasi di bawah panggung menjadi ramai. Para kader dan simpatisan partai ini masih berteriak-teriak di bawah panggung. Hingga berita ini diturunkan, situasi masih ramai dan agenda sambutan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjadi tertunda.

kampanye_1

dan sungguh cermina bukan orang yang patut ditiru, apakah kita bisa memoercayakan masa depan bagi mereka, ini semua tergantung bagaiman kita menyikapinya juga. semoga diluar mereka itu adabany orang yang lebih mau berendah diri untuk memimpin bangsa kita ini.

Tentang ariusbhe

saya seorang pria, asal bantul yogyakarta. saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi saya. untuk mencapai gelar S1
Pos ini dipublikasikan di Pemilu 2009, Sekitar Indonesia dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke kampanye damai menjadi tidak damai

  1. Kampanye damai harus diwujudkan supaya menjadi damai.

  2. just_me berkata:

    wahhhhhhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s