Caleg Serbu Pertapaan Soekarno, Berharap Wangsit

Tiga gua di Kabupaten Banyuwangi yang disebut-sebut warga setempat pernah jadi tempat pertapaan Presiden pertama RI Soekarno, ramai dikunjungi para calon anggota legislatif (caleg).

karno

Gua-gua itu adalah Gua Istana, Gua Mayangkoro, dan Gua Padepokan di kawasan Alas Purwo, 67 kilometer dari Kota Banyuwangi.

Menurut warga setempat, konon gua-gua itu biasa dijadikan tempat semedi oleh almarhum Soekarno. Di kalangan warga, Alas Purwo memang terkenal sebagai hutan yang sangat angker.

Subakti (51), petugas pos jaga Alas Purwo, mengatakan bahwa setiap hari sekitar 300 orang datang ke gua-gua tersebut. Sebagian besar adalah para calon anggota DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi dan DPR RI yang berhasrat sekali untuk terpilih dalam Pemilu 9 April mendatang.

Subakti mengetahui tujuan para pengunjung karena setiap pengunjung wajib menyampaikan maksud kedatangannya. Selain bertapa, para pengunjung ada juga yang datang untuk membeli benda pusaka seperti keris, batu delima, dan sebagainya.

Salah satu yang paling dicari adalah keris Jalak Tilamsari. Keris 30 cm tanpa luk (lekukan) ini diyakini dibuat Empu Andajasangkala pada 1186 tahun Jawa. Namun tak ada yang bisa menjelaskan di mana keris tersebut saat ini.

Alas Purwo, bagian dari Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), terletak di wilayah Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Di TNAP yang seluas 43.420 hektar terdapat sedikitnya 40 gua yang dianggap keramat. Gua yang sering dijadikan tempat meditasi adalah Gua Istana, Gua Mayangkoro, Gua Putri, dan Gua Padepokan.

Untuk mencapai Alas Purwo, perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam dengan kendaraan darat dari pusat kota Banyuwangi ke selatan. Jarak kedua tempat ini sekitar 67 Km. Sepanjang 17 km terakhir, medannya sangat berat karena jalannya rusak dan batu-batu sebesar kepalan tangan tersebar di sepanjang jalan.

Aturan tak tertulis yang berlaku di kawasan ini, pengunjung yang akan bermeditasi di gua harus mandi dulu di sungai Tempuran. Sungai ini bersebelahan dengan pos Resor Pancur TNAP atau sekitar lima meter dari bibir pantai Pancur. Sungai Tempuran merupakan pertemuan sungai Parangireng dan Sendengsuryo yang dipercaya bisa membuat seseorang tampil memikat dan juga berkhasiat menyembuhkan sakit.

Menurut Subakti, gua-gua di Alas Purwo dikeramatkan sejak nenek moyang dulu. Menurut cerita turun-temurun, Soekarno pernah bertapa di beberapa gua di Alas Purwo. Cerita tentang Soekarno ini menaikkan pamor Alas Purwo.

Salah satu caleg DPRD Banyuwangi, sebut saja Pras, mengaku pernah datang ke tempat itu. Ia bersemedi di sebuah kompleks makam di Alas Purwo dan bermimpi ditemui seorang ratu. Menurut juru kunci makam, mimpi itu pertanda bagus.

Selain bersemedi di gua dan makam, datang ke orang pintar juga merupakan cara para caleg untuk memuluskan upayanya menjadi anggota dewan. Salah satu caleg dari Jember, sebut saja Win, mengaku harus puasa mutih atau puasa dengan memakan nasi saja. Sedangkan Fadil, juga caleg untuk kursi DPRD Jember, harus menanam sejumlah paku di daerah pemilihannya. Dengan menanam paku yang disarankan `orang pintar` yang didatanginya, Fadil disebut akan bisa menggaet warga daerah tersebut. Karena syaratnya aneh, yakni penanaman paku itu dilakukan malam hari, beberapa kali Fadil dicurigai warga.

Paranormal Ki Joko Bodo mengatakan, tiga bulan terakhir tempat praktiknya didatangi oleh sejumlah caleg yang hendak bertarung di Pemilu mendatang. “Banyak sekali kalau caleg. Sejak Desember 2008 lalu, rata-rata klien saya adalah caleg,” ujarnya. Ki Joko mengatakan, para caleg meminta agar mereka sukses di daerah pemilihannya masing-masing.

Setiap caleg yang menjadi klien Ki Joko diwajibkan menjalani ritual seperti mandi di kolam Sendang Drajat, di Gunung Lawu, Jawa Tengah. Selain itu, ada juga yang diberi jimat. Setiap caleg biasanya harus datang kepada Ki Joko dua hingga tiga kali sebelum Pemilu berlangsung.

Soal tarif, Ki Joko Bodo memiliki patokan khusus dibandingkan paranormal lain. Namun, ia mengaku tidak mendapatkan keuntungan banyak dari ramainya caleg yang datang.

Guru Besar Antropologi Universitas Indonesia (UI) Achmad Fedyani Saifuddin mengatakan, pergi ke dukun adalah bagian dari mitos yang diyakini sebagian besar masyarakat. Ada kepercayaan, bahwa selain menempuh jalur formal seperti seleksi administratif lewat partai, mereka harus menempuh jalan gaib untuk bisa lolos sebagai caleg.

“Tetapi, seharusnya para caleg berjuang dan bersaing secara fair dan rasional. Jika 50 persen caleg menggunakan cara-cara gaib, bisa dibayangkan seperti apa kualitas caleg ini,” ujarnya.

Peramal ternama, Mama Lauren, mengakui bahwa sejumlah caleg menghubunginya dan meminta tolong. “Memang banyak, tapi saya tolak. Saya sudah tidak mau mengurusi caleg, saya tidak mau ikut campur masalah politik,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (26/3) malam.

Menurut Mama Lauren, para caleg sebaiknya tidak lagi mendatangi paranormal dan lebih baik jika menghubungi rumah sakit jiwa. Menurutnya, banyak caleg akan stres dan bahkan mengalami gangguan jiwa jika tidak terpilih nanti. Terutama, mereka yang sudah keluar uang banyak untuk berkampanye. Baik itu uang milik sendiri atau yang berasal dari utang.

“Sekarang saja para caleg dan politisi yang ada di dewan itu sudah banyak yang ngawur omongannya. Kelakuan mereka juga macam-macam, apalagi nanti kalau tidak terpilih,” imbuhnya.
Mama Lauren memprediksi, kondisi politik Indonesia malah akan kacau usai Pemilu nanti. “Saya hanya bisa katakan kacau! Bagaimana nantinya? Saya tidak mau komentar lagi,” katanya.st9/warkot

Tentang ariusbhe

saya seorang pria, asal bantul yogyakarta. saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi saya. untuk mencapai gelar S1
Pos ini dipublikasikan di aneh-aneh, Pemilu 2009 dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Caleg Serbu Pertapaan Soekarno, Berharap Wangsit

  1. budi sangaji berkata:

    memang benar adanya disitu ada tempat pasujudan bung karno,,hanya orang tertentu yg bisa melihatnya terutama para santri yg sedang menjalakan musafir

  2. budi sangaji berkata:

    betul memang dsitu terdapat pasujudan Bung Karno,,tetapi untuk mendapatkan sesuatu yg di inginkan harus ada petunjuk dari Sang pembawa kunci tetapi bukan juru kunci lohh yg aku maksud

  3. Bakrun berkata:

    Alas Purwo memang tidak dapat dipisahkan dari sejarah Babad Tanah Jawi, percaya atau tidak, mitos adanya kerajaan alam lain disana memang sangat kuat dan bisa dilihat oleh orang-orang tertentu. Banyaknya Caleg yang kesana memang sebenarnya harus menjadi instruspeksi diri atas perilaku dan aktivitas dalam kehidupan bermasyarakat dalam menjalani kehidupan manusia sebagai makhluk sosial. Bersemedi seharusnya melakukan refleksi diri untuk menjadi lebih baik dengan memohon petunjuk pada Yang Maha Kuasa. Menurut para sesepuh, Soekarno bersemedi dalam rangka mendekatkan diri untuk mendapatkan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa dengan mensucikan diri dan fokus pada upaya mensejahterakan rakyat, ukurannya adalah kesejahteraan rakyat bukan untuk kepentingan pribadi. Perilaku dan sikap keseharian dalam bermasyarakat yang baiklah yang seharusnya diutamakan oleh para Caleg agar dapat terpilih dan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Semoga mendapatkan petunjuk demi kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s