Wonosobo mulai operasikan klinik bebas rokok

Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mulai mengoperasikan Klinik Berhenti Merokok untuk masyarakat di Puskesmas II Kertek, Desa Reco, Kecamatan kertek. Klinik tersebut didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan bertujuan mengampanyekan bahaya merokok dan membantu warga yang ingin berhenti merokok.

Kepala Puskesmas Kertek II, dr Pratiwi Amindari, Rabu (16/11/2011) mengatakan, untuk mengatasi permasalahan seputar merokok, Pemkab Wonosobo membuka Klinik Berhenti Merokok dan Penyakit Tidak Menular di 10 Kecamatan, yakni Kejajar, Watumalang, Garung, Kaliwiro, Selometro, Wonosobo, Wadaslintang, Kertek, Kalikajar, dan Sapuran.

"Pembentukan klinik berhenti merokok di Kertek baru diawali November setelah musim tanam tembakau," ujar Pratiwi.

Menurut dia, klinik tersebut membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya merokok terutama bagi perokok pasif. Pihak klinik menyiapkan metode sosialisasi baik langsung maupun melalui kader-kader kesehatan desa dan PKK.

Sedangkan bagi warga yang menhendaki konseling berhenti merokok, disediakan ruangan konseling di Puskesmas Kertek II dilengkapi alat spyrometer untuk mengecek kondisi paru-paru pasien.

Konseling tersebut tidak dipungut biaya. Sedangkan bagi warga yang memeriksakan paru-paru dikenakan retribusi.

Bagi masyarakat pegunungan, merokok hampir merupakan hal yang umum. Tak hanya kaum laki-laki saja, kaum perempuan pun tak canggung-canggung untuk mengikuti kebiasaan merokok ini. Bahkan menurut survei yang dilakukan Puskesmas Kertek II, 8 dari 10 anak usia 13-15 tahun telah merokok.

Tentang ariusbhe

saya seorang pria, asal bantul yogyakarta. saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi saya. untuk mencapai gelar S1
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Wonosobo mulai operasikan klinik bebas rokok

  1. Anonymous berkata:

    Bravo buat pemrakarsa berdirinya Klinik Berhenti Merokok (KBM) Puskesmas II Kertek, Wonosobo.Saya mendukung sekali dengan dibukanya pertama kali di Wonosobo yang nota bene adalah kota kecil ber iklim sejuk-dingin, indah dan juga jadi "lumbung" tembakau setelah Temanggung tentunya.Karena iklim sejuk-dingin tersebut, kemungkinan jadi mempengaruhi sebagian (besar)orang terutama di desa-desa untuk cenderung ingin hangatkan tubuh dengan merokok sambil minum kopi dengan pakai sarung. Lebih buruk lagi kebiasaan merokok oleh orang-orang dewasa & para orang tua (laki-laki & wanita) cepat sekali ditiru oleh anak-anak kecil(anaknya sendiri bahkan diperbolehkan mulai merokok & dibiarkan bebas),terlebih lagi pararemaja dan pemuda Wonosobo.Sangat disayangkan jika hal ini menjadi pola hidup dengan "budaya" pembiaran terhadap kebiasaan yang buruk dan merugikan kesehatan itu.Fakta anak-anak kecil sudah biasa merokok memang dapat kita lihat setiap waktu disepanjang pinggir jalan raya mulai dari Parakan sampai ke Kertek. Juga terdapat di jalan raya dari Kali Anget sampai ke Dieng Plateau dan ironisnya anak-anak perokok tersebut begitu bebas leluasa merokok didekat orang tuanya yang juga sedang merokok, malahan di suluti api rokoknya ke rokok anaknya….aneh sekali bisa begitu..!! Kita jadi bertanya apakah anak-anak tersebut masih bersekolah atau tidak? Jika sekolah, bagaimana tugas para guru mereka, tidak tahukah atau guru-guru nya sudah apatis terhadap "warisan" sikap salah orangtua pada anak-anak kecil itu?Karena itu berdirinya Klinik Berhenti Merokok Puskesmas-II Kertek Wonosobo patut mendapat acungan jempol. Semoga kehadirannya bisa berfungsi dan berperan aktip untuk jadi Pusat Penerangan Bahaya Merokok sekaligus menjadi Pusat layanan memotivasi pada masyarakat perokok aktip maupun perokok pasip yang jadi korban penghirup asap rokok. Kita harapkan KBM Puskesmas- II Kertek Wsb. tersebut tidak hanya "menunggu bola" saja artinya hanya melayani jika ada perokok yang sadar yang datang "berobat" baru dilayani(pasien mungkin cuma sedikit karena para perokok yang lihat KBM sudah pada antipati) . Tapi kita harapkan KBM Kertek tersebut bisa menjadi lembaga yang "jemput bola" dalam artian rutin berkampanye tak jemu-jemu dengan spanduk/baleho dan poster penerangan bahkan dengan pertemuan berkala di balai -balai desa bekerjasama dengan pimpinan desa-desa untuk mensukseskan Pengurangan atau Pemberhentian jumlah penduduk aktip merokok. Supaya masyarakat umumnya dan anak-anak putra-putri Wonosobo sebagai bagian dari generasi muda bangsa NKRI ini dapat menjadi kader-kader bangsa yang sehat jasmani rohani nya dengan diawali hidup tanpa merokok.Sebagai contoh buruk : Para perokok dalam kendaraan umum (seperti bis luar kota non-AC misalnya) begitu egoisnya merokok tanpa pedulikan para perokok pasif yang betuk-batuk terkena asap rokoknya.Egois karena kebiasaan/hobby merokok itu.Semoga KBM Kertek bisa sukses mengemban tugasnya menjadi penyuluh sekaligus penyelamat generasi muda dari asap rokok dan kanker. Bagi para petani tembakau, jangan takut beralih kepada tanaman komersil lainnya jika suatu waktu mendatang semua penduduk Wonosobo sadar berhenti merokok..dengan kinerja nya KBM Puskesmas-II Kertek itu.. .he..he..he. Tuhan YMK akan tetap menyediakan rejeki berlimpah bagi anda untuk usaha pertanian yang lain jika rokok gak laku lagi di Wonosobo, suatu saat kelak.Congratulations buat KBM Puskesmas – II Kertek Wonosobo dan dokter pimpinannya dan jajarannya…!! Salam sukses selalu,Dari saya Zul:Pemerhati kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s