Pasukan Berani Mati

Agustus merupakan bulan “keramat” bagi Bangsa Indonesia. Di bulan inilah, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya. Dulu TVRI dan stasiun-stasiun tv lainnya selalu menayangkan acara khusus yang berhubungan dengan tema Nasionalisme dan Perjuangan mulai dari film, musik, hiburan, bahkan acara komedi dan keagaamaan. Khusus untuk film, kebanyakan film yang diputar adalah film-film perjuangan, berbeda dengan sekarang kebanyakan yang diputar adalah film import (dari barat). Beberapa film impor bertema nasionalisme dan perjuangan yang sempat di putar di layar kaca Indonesia misalnya: Independence Days, Saving Private Ryan, Pearl Harbour, Brave Heart, dll. Lalu kemana film perjuangan Indonesia? Film dengan genre perjuangan sempat marak di bioskop tanah air pada jaman keemasan film Indonesia ditahun 80-an.

Untuk mengenang perjuangan dan jasa para pahlawan kita, beberapa hari yang lalu saya telah mengupload salah satu film perjuangan Surabaja 45, Film dengan tema perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan sebenarnya layak di tonton untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme (menurut versi saya).

Berikut ini saya kembali hadirkan salah satu film perjuangan yang berjudul Pasukan Berani Mati. Film ini menceritakan kisah para pejuang yang mencoba mempertahankan kemerdekaannya hingga tetes darah penghabisan.

Cerita berawal dari diproklamasikannya Negera Republik Indonesia oleh Soekarno-Hatta, setelah negara kita merdeka ternyata Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng tentara Nica. Mereka ingin kembali menjajah negara kita tercinta ini, dengan menyerang kota-kota dan markas-markas para pejuang. Kota yang hancur lebur karena dibombardir oleh tentara Belanda terpaksa ditinggalkan oleh para penduduknya untuk mengungsi kedalam hutan bersama para pejuang yang tersisa. Tidak sampai disitu, didalam perjalanan, mereka masih diserbu oleh pesawat pengebom milik Belanda, yang menewaskan para pengungsi, tidak peduli orang tua, perempuan ataupun anak-anak.

Sedangkan di dalam kota yang masih tinggal adalah para pencuri, rampok dan tentara Belanda itu sendiri. suatu ketika ada rombongan perampok yang mencoba mencuri di rumah penduduk yang ditinggalkan, tapi naas aksi mereka di pergoki oleh pasukan Belanda. Perlawanan antar perampok dan pasukan Belanda terjadi, ketika salah seorang diantara mereka berhasil merebut senjata dari pasukan Belanda tersebut. Walaupun menang rombongan perampok tersebut telah habis dibantai oleh Belanda dan tersisa satu orang yang akhirnya bergabung dengan pasukan republik (para pejuang).

Pertermpuran-pertempuran terjadi dibeberapa tempat, dan menewaskan banyak korban dari kedua belah pihak. Seperti pada saat penyerangan/penyergapan di sebuah jembatan oleh pasukan Republik dimana terjadi peperangan yang sangat seru yang akhirnya menelan banyak korban, dan berbuah penangkapan terhadap dua orang pejuang kita. Para pejuang yang ditangkap tersebut disiksa habis-habisan agar mereka menunjukkan dimana tempat persembunyian mereka dan berapa jumlah pasukannya.

Akhirnya markas para pejuang diketahui oleh Belanda, dan dihancur leburkan, Korban berjatuhan dari pihak pejuang, anak-anak, wanita dan orang tua. Ternyata ada penghianat yang telah menunjukkan tempat persembunyian para pejuang, penghianat itu bukan dua orang yang tertangkap dan menjadi tawan Belanda, tapi orang lain.

Bagaimana kisah selanjutnya, siapakah penghianat yang sebenarnya, dan apa yang dilakukan oleh para pejuang yang tersisa dalam penyergapan Belanda tersebut. Silahkan download filmnya dan tonton sendiri aja ya?

Berikut Link Downloadnya:
di-download.blogspot.com

Tentang ariusbhe

saya seorang pria, asal bantul yogyakarta. saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi saya. untuk mencapai gelar S1
Pos ini dipublikasikan di Film, nasional, sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s