Ingin menyumbang Benda yang berhubungan dengan kereta api jaman dahulu?

Stasiun Ambarawa sedang direnovasi menjadi museum sejarah kereta api (KA) yang lebih bagus dan lebih lengkap lagi. Indonesia Steam Locomotive Community (ISLC) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencari benda-benda kuno KA dari siapa saja yang ingin menitipkan dan meminjamkannya untuk ditaruh di Stasiun Ambarawa itu. Berminat?

“Barang-barang perkeretaapian sangat luas, ada buku-buku, karcis, benda operasi kereta seperti wessel, sinyal, sempritan, lampu, topi dan sebagainya. Itu termasuk langka. Bagi pecinta sejarah kereta, supaya para pemilik mengembalikan, menitipkan kalau tidak mau mengasih. Kita nggak mau memaksa, nanti kita buatkan papan bahwa koleksi ini milik si ini,” jelas Executive Vice President (EVP) Heritage and Conservation PT KAI Ella Ubaidi.

Hal itu disampaikan Ella ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (22/6/2012). Ella memakai istilah ‘menitipkan’ karena kolektor tidak harus memberikan koleksinya menjadi milik PT KAI dan tetap memiliki koleksi itu.

Ella menambahkan, museum Stasiun KA Ambarawa yang sedang direnovasi ini ditargetkan akan selsai pada tahun 2013.

“Target kami 2013, soft launching bulan Juni, akan kita resmikan pada Hari Kereta Api 28 September 2013 kawasan Ambarawa akan dibuka untuk umum. Ada 4 gedung, ada museum, juga perpustakaan,” jelas Ella.

Sementara koordinator dan pendiri ISLC Deddy Herlambang yang menggagas ide pengumpulan benda-benda kuno KA ini menyatakan, pengumpulan ini agar generasi muda bisa menikmati sejarah kereta api di Indonesia.

“Nah, kami yang mungkin generasi muda ini belum pernah lihat, sudah habis barangnya dimiliki generasi tua. Jadi minta tolong kalau ada kolektor, bisa dikeluarkan dan dipasang di museum Ambarawa,” jelas Deddy.

Syukur-syukur bila kolektor itu bersedia menyerahkannya pada PT KAI. Tapi Deddy mengembalikan ke kolektor sendiri.

“Kalau mengembalikan (benda-benda kuno KA) terserah pada pemilik koleksi. Kami tidak bisa meminta paksa, karena kita juga berterima kasih pada kolektor-kolektor itu untuk merawat barang-barang yang terbengkalai,” jelasnya.

Bagi kolektor atau orang awam yang belum mengetahui benda-benda kuno apa saja yang layak dipajang, ISLC bersedia menjadi kuratornya. Caranya, kunjungi grup “GERAKAN PENGUMPULAN BENDA BERSEJARAH KERETA API” di Facebook. Kemudian posting foto barang yang akan dititipkan atau dihibahkan untuk dinilai kelayakannya.

“Tetap kita nilai dulu, sinyal-sinyal yang tidak terpakai, apa yang sudah banyak di Ambarawa. Jadi memang karena aset-aset kereta api sendiri puluhan. Seperti karcis, tiketnya ada yang zaman Belanda, ada yang zaman Jepang, beda-beda sekali. Buku-bukunya, reglemennya,” jelas Deddy.

Atau bisa juga dibawa ke kantor bagian Heritage and Conservation PT KAI di Stasiun Gambir. Hayoo siapa berminat?

(nwk/nrl)

sumber : detik.com 

Tentang ariusbhe

saya seorang pria, asal bantul yogyakarta. saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi saya. untuk mencapai gelar S1
Pos ini dipublikasikan di nasional, sejarah, transportasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s